SHARE
Foto:lensaindonesia

Jakarta, GEO ENERGI – Kuasa Hukum Sutan Bathoegana, Rahmat Harahap mengkhawatirkan kliennya akan jatuh sakit karena harus menjalani dua agenda persidangan pada Senin (6/4) mendatang.

Dia pun menilai dua persidangan di hari yang sama itu tidak manusiawi. Fisik dan psikologi Sutan dikhawatirkan akan terganggu.

“Jika perlakuan abnormal saya khawatir Sutan jadi abnormal. Bisa saja mendadak Sutan sakit jantung, stroke. Masa didua-duain gitu, ya orang jadi tidak normal, stres, karena perlakuannya sudah tidak manusiawi,” ujar Rahmat Harahap saat dihubungi wartawan, Jumat (3/4).

Pada Senin mendatang mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bathoegana akan menjalani sidang perdana sebagai terdakwa korupsi penetapan APBN-P tahun 2013 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di hari yang sama juga politisi Partai Demokrat ini juga akan menjalani sidang gugatan praperadilan yang diajukannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Rahmat menilai ada yang janggal dengan waktu penetapan sidang Sutan di Tipikor. Rahmat pun curiga KPK sudah kongkalikong dengan pihak Pengadilan Tipikor Jakarta untuk mengatur jadwal.

Menurutnya, berdasarkan pengalamannya berperkara di Pengadilan Tipikor, sebuah kasus baru disidang 14 hari setelah berkas dilimpahkan. Sedangkan, berkas perkara Sutan baru dilimpahkan tanggal 27 Maret. Karena itu, seharusnya Sutan baru disidang tanggal 9 April

“Kami kan sering lakukan sidang, 14 hari pelimpahan ke pengadilan. Semua pelimpahan ke pengadilan di muka bumi ini normalnya 14 hari,” pungkas Rahmat.

Selain itu, Rahmat juga mengaku jika pihaknya belum menerima surat panggilan dari Pengadilan Tipikor. Padahal, sambung dia, pada Kamis (2/4) lalu tim kuasa hukum menjenguk Sutan ke Rutan KPK. Saat itu, pihak KPK tidak ada yang memberitahunya mengenai jadwal sidang Sutan.

“Kami belum menerima surat pemanggilan. Sampai sekarang kita tidak tahu, diundang tidak sidang. Kami kan Kamis kemarin besuk ke KPK. Kasihlah harusnya surat itu selagi kami besuk Pak Sutan,” ujarnya.

Sidang perdana Sutan yang digelar di Pengadilan Tipikor akan digelar pada Senin 6 April 2015 pukul 09.00 WIB.

Sidang tersebut akan dipimpin oleh Hakim Artha Theresia. Di sisi lain, Sutan menggugat KPK atas penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait penetapan APBN-P Kementerian ESDM di DPR RI. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here