SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – Pemerintah dan PT Pertamina (Persero), kembali membuat Kehebohan. Kali ini bukan karena menaikan harga BBM, melaikan kembali naiknya harga jual gas elpiji non subsidi atau elpiji 12 (kilogram) sebesar Rp 6.300 per tabung – Rp 8.000 per tabung secara diam-diam.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, kenaikan elpiji 12 Kg itu karena pertimbangan harga CPA dan kurs yang mengalami peningkatan, sehingga Pertamina harus menaikan harga jual.

” Pertimbangan harga CPA dan kurs. CPA mixed maret 477 usd / ton, kurs 13.084 dr sebelumnya 12.750. CPA mixed feb 467 dan jan 451,” kata Bambang pada Geo Energi di Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Dengan adanya kenaikan itu, kata bambang, harga jual gas 12 kg nantinya akan mengalami perbedaan ditiap daerah, hal itu dikarenakan pihak pertamina menghitung dari jarak daerah distribusinya.

” Kenaikan antara 6.300 – 8.000, tergantung daerah/jauh dekatnya. Harga jakarta dr 134.700 menjadi 141.000,” jelasnya.

Menurut Bambang, masyarakat tidak perlu ribut dengan kenaikan harga elpiji 12 kg. Pasalnya, gas tabung biru itu lebih banyak dipakai oleh kalangan menengah keatas.

” Harusnya tidak ribut. Jadi kita buat 2 Jenis: Pertamax tinggi gak masalah, masyarakat ada Premium. LPG 12 Kg naik gak masalah, masyarakat ada LPG 3 Kg,” tutupnya.‎ (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here