SHARE
SPBU Foto: Mersiu/EWI

Jakarta, GEO ENERGI – Periode penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditentukan oleh Pemerintah dan disahkan dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di awal tahun 2015 lalu, dinilai banyak meresahkan beberapa kalangan, termasuk diantaranya para pedagang bahan makanan pokok.

Para pedagang mengeluhkan harga BBM yang sewaktu-waktu bisa berubah tanpa ada sosialisasi yang jelas dari pihak pemerintah. Pasalnya, hal itu berakibat pada harga bahan makanan pokok yang mereka dapatkan dari agen yang terus menukik naik mengikuti perkembangan harga BBM.

“Kita kan cuma dapat dari agen harganya segitu. Kalau pas BBM naik, harganya pasti naik. Bisa saja hari ini harganya masih seperti kemarin, besok tiba-tiba naik. Itu tanpa kita tau. Sosialisasinya gak ada, harga naik malamnya, diumumkan baru beberapa jam sebelumnya setelah aktivitas pasar selesai. Kita mana tau,” ujar Heri, salah satu pedagang beras dan bahan makanan pokok di Pasar Cimanggis, Depok, Kamis (02/04).

Heri mengatakan bahwa hal tersebut jelas berpengaruh pada para pelanggan yang telah menjadi langganan tetapnya. Karena ia juga terbiasa mengirim langsung berasnya pada langganannya mingguan ataupun bulanan.

“Pas kita kirim harganya sudah berubah (naik) kan pelanggannya juga komplain. Tapi kalau kita tetap jual harga lama, kita sendiri juga yang rugi. Untungnya saja sudah kita ambil cuma sedikit sekali,” paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI telah mensahkan periodisasi penyesuaian harga BBM setiap satu bulan sekali, bahkan bisa dilakukan dua kali dalam sebulan tergantung harga dollar dan harga minyak dunia yang berlaku saat itu. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here