SHARE
Foto: fiskal.co.id

Jakarta, GEO ENERGI – Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, Faisal Basri mengungkapkan jika pemerintah dan PT Pertamina (Persero) tak sejalan dalam mengambil keputusan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM). Akibatnya, harga tersebut tidak sesuai dengan harga keekonomian.

” Harga sekitar 8000. Pertamina menyebutkannya keekonomiannya segitu. Pertamina punya versi keeknomian Pemerintah punya versi kesekonomian belum didefinisikan secara perisis,” katanya saat memberi keterangan pada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (4/1/2015).

Selain tak sejalan dalam harga keekonomian, Faisal juga mengungkapkan jika pemerintah masih menggunakan rumus lama untuk harga BBM. Sehingga, dalam rumus itu masih menyertakan komponen RON 88.

” Persoalannya kita (pemerintah, – red) masih terpaku pada rumus lama karena kehadiran ron 88 masih ada, kehadiran 88 yang ditargetkan 2 tahun akan menimbulkan komplikasi. Kemudian untuk yang baru masih dalam proses konsolidasi mencari keseimbangan baru rumus yang lebih mantap, setiap penetapan harga baru alfanya berubah-berubah.” jelasnya. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here