SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Tim ahli menyimpulkan misi sebelas hari International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk meninjau kesiapan darurat dan persiapan respon di Uni Emirat Arab (UAE) untuk program Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Misi tersebut dilaksanakan atas undangan dari pemerintah UAE.

Raoul Awad, Director General, Security and Safeguards dari Canadian Nuclear Safety Commission, memimpin tim peninjau, dimana terdiri dari para ahli yang berasal dari Brazil, Kanada, Perancis, Moroko, Emerika Serikat dan IAEA.

“UAE telah membangun program persiapan darurat dan respon nuklir dalam cara yang efektif sebagai dasar negara yang infrastrukturnya sudah kuat untuk krisis dan manajemen darurat,” kata Awad saat pertemuan penutup (31/3).

“Kerjasama antar Otoritas Manajemen Krisis Darurat dan Bencana Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir dan Korporasi Energi Nuklir Emirat adalah kunci kesuksesan yang telah dicapai sejauh ini,” lanjutnya.

Tim The Emergency Preparedness Review Service (EPREV) mengidentifikasi kekuatan di beberapa bidang, yaitu:

1. Definisi jelas dari peran dan tanggung jawab organisasi yang akan menangani keadaan darurat akibat nuklir;

2. Progres signifikan dalam pembangunan fasilitas dan kemampuan untuk menangani respon medis.

(GDH/IAEA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here