SHARE
Foto: voanews

Jakarta, GEO ENERGI – Tim Emergency Preparedness Review Service (EPREV), tim peninjau bentukan International Atomic Energy Agency (IAEA) yang menjalani misi peninjauan kesiapan Uni Emirat Arab menghadapi kondisi darurat dari resiko proyek nuklir, menyimpulkan bahwa sistem darurat nuklir di UAE sudah sangat baik. Peninjauan ini merupakan permintaan dari pemerintah UAE.

EPREV mencatat sudah adanya kerjasama yang sangat baik dari semua organisasi yang terlibat dalam misi peninjauan. Tim tersebut setuju setiap partisi telah menunjukkan kemampuan terbaiknya selama misi. Partisi yang dimaksud adalah Otoritas Manajemen Krisis Darurat dan Bencana Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir dan Korporasi Energi Nuklir Emirat.

“Dengan meminta misi ini, UAE telah menunjukkan dedikasi mereka untuk meneruskan perbaikan dalam keamanan proyek nuklir,” kata Denis Flory, Deputy Director General and Security IAEA (31/3) pada kesempatan pertemuan penutup Misi 11 Hari IAEA.

Tim peninjau menyoroti beberapa hal yang progresnya sangat penting, yaitu kemampuan perlindungan umum saat klarifikasi darurat nuklir, kemampuan informasi darurat nuklir kepada publik, respon semua organisasi untuk berperan dalam melindungi publik, dan usaha dalam mengembangkan dan merawat fasilitas, alat dan sistem yang dibutuhkan untuk merespon darurat nuklir.

“Misi peninjauan internasional didesain untuk mengidentifikasi kekuatan dan kesempatan dalam memperbaiki semangat transparansi dan penyelidikan untuk kesempurnaan. Misi ini merupakan salah satu dari misi yang dipimpin IAEA untuk membantu UAE mencapai program energi nuklir yang aman, terpercaya dan berkelanjutan,” tutupnya. (GDH/IAEA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here