SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Anjloknya harga saham yang sempat membuat perusahaan emas PT ANTAM (Persero) Tbk. merugi hingga lebih dari Rp 700 Milyar, disinyalir menjadi alasan pihak manajemen PT ANTAM melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran beberapa tahun silam. Terhitung sebanyak 319 orang mantan karyawan ANTAM pada saat itu diberhentikan dengan suatu alasan. Oleh karena hal itu, siang tadi, Rabu(01/04) Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Agus Hermanto menerima perwakilan mantan karyawan ANTAM Pulau Gebe, Halmahera, maluku Utara di ruang rapat Pimpinan DPR RI.

Agus mengatakan bahwa ia menerima aduan bahwa sebanyak 319 orang mantan Karyawan ANTAM distrik Pulau Gebe, Halmahera, Maluku Utara pada tahun 2005 lalu diberhentikan karena ada beberapa alasan yang salah satunya dikarenakan oleh menurunnya jumlah produksi perusahaan Emas terbesar ini pada saat itu. Sedangkan, gaji mereka baru dibayarkan sebanyak 32 bulan, padahal waktu mereka bekerja di PT ANTAM jauh lebih lama dari 32 bulan.

“Kami menerima aduan bahwa sebanyak 319 karyawan PT ANTAM distrik Pulau Gebe, Halmahera, Maluku Utara pada 2005 diberhentikan dengan suatu alasan salah satunya karena produksinya menurun. Dan ke 319 mantan karyawan ini sampai saat ini baru mendapat penggajiannya selama 32 bulan. Padahal mereka telah bekerja lama sekali. Kami bukan suatu badan eksekutif yang dapat langsung bergerak. Namun, kami akan segera diskusikan kasus ini dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Perindustrian terutama Dirjen PHI (Penyelesaian Hubungan Industrial),” ungkap Agus. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here