SHARE
Foto: harnas.co

Jakarta, GEO ENERGI – Terkait dengan periodisasi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diputuskan akan ditinjau per satu bulan sekali atau dua kali dalam sebulan jika dianggap perlu. Anggota Komisi VII DPR dari Partai Nasdem, Kurtubi mengusulkan kepada Pemerintah agar segera menyusun suatu mekanisme pola harga BBM bersubsidi tetap. Karena, jika terjadi kenaikan harga minyak dunia kembali, masyarakat tetap diberikan dengan harga BBM yang telah disubsidi. serta melakukan evlauasi kenaikan BBM itu setahun dua kali sehingga tidak menimbulkan gejolak bagi rakyat kecil.

“Melalui cara ini harga kebutuhan pokok bisa stabil dengan ditetapkan setahun sekali hanya di awal tahun dan kita lakukan evaluasi setiap enam bulan, jadi apabila harga ditetapkan lebih tinggi dibandingkan harga pasar maka ada yang kita sebutnya itu Laba Bersih Minyak (LBM), kalau yang ditetapkan lebih rendah atau rugi itu namanya resiko fiskal,” papar Kurtubi di Senayan, Rabu (31/03).

Hal ini dikarenakan apabila harga BBM turun, harga kebutuhan pokok yang lainnya langsung turun. Jadi nantinya tetap mengacu kepada harga internasional MOPS Crude dan dollar tapi harga minyak tanah air mengacu kepada APBN.

Dia mengatakan, Komisi VII sangat kecewa dengan kinerja Pertamina, dimana seharusnya perusahaan tersebut melakukan efisiensi dengan serius.

“Seharusnya di stop kontrak yang melewati pihak ketiga. Pertamina bisa beli langsung kepada negara produsen minyak misalnya dengan Anggola yang menetapkan harga dibawah MOPS,” jelasnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here