SHARE
Foto: suarapengusaha

Jakarta, GEO ENERGI – Kalangan pengusaha dalam negeri mengeluhkan mahalnya harga gas untuk kebutuhan industri. Mereka pun meminta kepada pemerintah untuk menurunkannya.

Ketua Koordinator Gas Industri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Achmad Widjaya menilai, harga gas industri dalam negeri dianggap lebih mahal diantara negara-negara di Asean. Tingginya harha gas indsutri ini menjadi ancaman daya saing industri nasional dengan negara lain. “Pengusaha minta harga gas bisa ditekan hingga level US$ 5 per MMbtu,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/4).

Dia menjelaskan, saat ini harga gas di Singapura sekitar US$ 4 hingga US$ 5 per MMbtu, Malaysia US$ 4,47 per MMbtu, Filipina US$ 5,43 per MMbtu dan Vietnam sekitar US$ 7,5 per MMbtu. Bandingkan dengan kondisi di Indonesia yang membanderol harga gas industrinya sebesar US$ 9,3 per MMbtu.

“Jika harga gas untuk industri semakin tinggi, hal ini bisa mengancam posisi industri nasional dalam pasar bebas Asean atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” lanjutnya.

Menurut ‪Widjaja, jika pemerintah dan operator gas seperti PGN dan Pertagas tidak bisa lagi menurunkan harga gas ini, maka harus ada insentif bagi pengusaha berupa pemotongan harga.

‪”Kami bertekad akan terus berjuang dan menuntut beberapa Kementerian termasuk Kementerian ESDM. Kalau kami menunggu kajian dari pemerintah pasti lama,” kata dia. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here