SHARE
Foto: Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Pemerintah menunda pelaksanaan kenaikkan tarif listrik golongan rumah tangga selama 30 hari kedepan. Kebijakan penerapan tarif adjustment itu ditunda untuk diberlakukan mulai 1 April ini.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) Bambang Dwiyanto mengatakan, penundaan penyusaian tarif sampai 1 Mei mendatang ini diperuntukan untuk golongan yang tidak disubsidi lagi. Sebelumnya penghapusan subsidi juga sudah diberlakukan kepada 10 golongan lain yang sudah menggunakan tariff adjustment.

“Pelanggan listrik golongan dengan kapasitas 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA sudah tidak lagi menerima subsidi listrik dari pemerintah,” kata Bambang kepada wartawan, Selasa (31/3) malam.

Penundaan ini, sambung dia, merupakan wewenang pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dari informasi yang diperolehnya, penundaan tariff adjusment dilakukan lantaran kedua golongan pelanggan rumah tangga dinilai belum siap menghadapi naik turunnya penetapan tarif listrik. Pemerintah memandang perlu adanya sosialisasi terkait penyesuai tarif.

“Soalnya pelanggan dua golongan ini berada di antara kelas menengah yang sedang meningkat. Maka dari itu perlu ada sosialisasi lagi dari PLN dan pemerintah agar tidak kaget,” tutur Bambang.

Dia menerangkan, pengenaan tarif listrik akan didasarkan pada fluktuasi harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan besaran inflasi bulanan. “Tiap bulannya tarif listrik akan mengalami fluktuasi lantaran adanya tiga kompenen pembentuk harga tadi,” pungkasnya. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here