SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Meskipun dalam amar putusan sidang Kasasi pada tanggal 24 September 2013 lalu, Majelis Hakim H. Yulius SH, DR HM Hary Djatmiko SH MS, DR H. Supandi SH MHum, dengan Panitera Lucas Prakoso SH MHum, menolak kasasi yang diajukan Bupati Minahasa Utara Drs. Sompie Singal dan PT MMP selaku pemohon dengan termohon Sersia Balaati dan Angelique Marcia Batuna, masih tetap menjalankan kegiatan pertambangan.

Jelas membuat warga Bangka kembali datang memenuhi panggilan dari Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Timur dengan mendatangkan saksi atas gugatan tersebut. “Persidangan ini sudah yang kelima belas kali,” ucap Didi Koleangan, ketua rombongan warga Bangka, Senin (30/3).

Kendatipun pemerintah daerah kabupaten Minahasa Utara dan provinsi Sulawesi Utara menyangkal akan adanya aktivitas pertambangan di Pulau Bangka, namun realita eksploitasi pulau seluas 3.819 hektare terus berlanjut. “30 hektare tanah saya yang terkena pertambangan, tidak mendapat apa-apa. Dan tanah sudah rusak,” jelas Theo Pinus selaku saksi gugatan.

Beliau juga menambahkan bahwa lahan di kawasan tersebut kini sudah dikuasai perusahaan, serta sektor perikanan pun merasakan dampaknya. “Saya seorang nelayan. Sekarang tidak ada lagi ikan. Demo di kantor Bupati sudah dua kali dengan harapan menghentikan kegiatan perusahaan,” tutupnya. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here