SHARE
Foto: Septy/Geo Energi
Jakarta, GEO ENERGI – Dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) anggota Komisi VII DPR RI Supratman Andi Agtas mengatakan, bahwa Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)Sudirman Said terlalu terburu-buru dalam menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar. Sementara dalam menurunkan harga Solar seperti yang sudah diputuskan ketika RDP terdahulu sangat sulit untuk diputuskan padahal sudah fix yakin akan menurunkan kembali harga solar.”Menteri kita ini kalo naikan harga BBM cepet banget, tapi kalo menurunkan itu banyak sekali alasan,” tutur Anggota Komisi VII DPR RI Supratman Andi Agtas, dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, (30/03).

Sementara itu anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi menyetujui langkah pemerintah yang menaikan harga BBM jenis premium dari Rp6.700 per liter menjadi Rp7.300 per liter dan solar subsidi dari Rp6.400 per liter menjadi Rp6.900 per liter. Karrna menurutnya, Kenaikan tersebut sudah sesuai perhitungan yang disampaikan keseluruh Anggota Komis VII DPR RI. Namun, yang menjadi permasalahan dalam kenaikan harga BBM pada tanggal 28 Maret lalu adalah, pemerintah kurang melakukan sosialisasi. Karena, menurutnya harga BBM ini adalah masalah yang krusial. Artinya, masalah ini langsung berdampak pada ekonomi masyarakat. Maka, perubahan harga BBM tersebut seharusnya dilakukan enam bulan sekali. Jangan seperti saat ini dimana perubahan harga bisa dilakukan dua kali dalam sebulan.”Kenaikan sudah sesuai dengan perhitungan yang disampaikan ke DPR, cuma kurang sosialisasi memang,” tuturnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here