SHARE
Foto: Ardi/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Dalam sidang lanjutan gugatan warga Bangka di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Timur,  terkait izin pertambangan pasir besi PT Mikgro Metal Perdana (MMP) di pulau Bangka, wilayah kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Jaringan Asosasi Tambang kembali dampingi warga Bangka guna menuntut hak mereka atas lahan yang dijadikan operasi oleh salah satu PT asing yang bercokol di bumi Minahasa.

Hal tersebut justru dilakukan akibat ketidakpuasan JATAM atas putusan Kementerian ESDM ketika itu dijabat oleh Jero Wacik. “Kalau dari proses hukum di PTUN Manado bahwa gugatan warga sudah dimenangkan oleh MA. Lantas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (masa Jero Wacik) mengeluarkan surat izin operasi produksi,” ucap Saji JATAM, Senin (30/3).

Menanggapi kasus itu, salah satu warga Jatam pun beraksi dengan mengatakan ihwal serupa. “Dalam perjalanan perkara, warga sudah memenangkan sampai di Mahkamah Agung Manado pada tanggal 24 September 2013. Jadi, pada tanggal tersebut kegiatan pertambangan pabrik PT MMP dinyatakan batal oleh MA. Ternyata pemerintah tidak mau melaksanakan putusan tersebut,” ucap Didi Koleangan, warga Bangka.

Permasalahan seperti ini tentu bukan yang kali pertama terjadi di Indonesia. Dan nyata, akhirnya dimenangkan oleh penguasa. “Kami terus mendukung untuk menggugat agar warga dapat mempertahankan hak-haknya yang direbut oleh perusahaan. Karena banyak contoh kasus yang terjadi bahwa lahan warga diserobot oleh perusahaan-perusahaan,” tutup Saji. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here