SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI– Sejak diumumkannya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada Sabtu, (28/3) lalu, harga sayur mayur mulai merangkak naik seiring kenaikan harga BBM. Hal ini merupakan salah satu efek yang ditakutkan oleh sebagian masyarakat, khususnya masyarakat ekonomi lemah.

Pedagang sayur mayur pun mengaku terpaksa menaikkan harga lantaran efek kenaikan harga BBM tersebut. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Ibu Supatmi, pedagang sayur mayur di Pasar Pucung, Depok, Jawa Barat. “Saya terpaksa menaikkan harga, karena kalau tidak kita naikkan justru kita yang rugi,” kata ibu Patmi, Senin (30/3).

Ibu Patmi pun berharap, ada kestabilan harga agar tidak menimbulkan kebingungan dari pihak pedagang dengan harga sayur mayur yang kerap naik turun, lantaran harga BBM yang juga kerap naik turun seperti belakangan ini. “Yah harus stabil dong, jangan sekarang naik, besok turun. Karena takutnya ada barang-barang yang kita beli dengan harga mahal, terpaksa harus kita jual murah saat tiba-tiba ternyata ada pengumuman harga BBM turun,” tandasnya.(DSU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here