SHARE
ilustrasi

Jakarta, GEO ENERGI – Di tengah kondisi bisnis batubara yang masih menghadapi tekanan selama 2014, PT ABM Investama Tbk (kode emiten: ABMM), perusahaan energi terintegrasi nasional, berhasil mempertahankan kinerja operasional tetap positif. Sepanjang tahun lalu, ABM meraih pendapatan sebesar US$ 723,6 juta dengan EBITDA sebesar US$106,6 juta. Namun, akibat adanya penyesuaian non-tunai dari asset impairment dan provisi tagihan, pada tahun 2014 Perseroan membukukan rugi bersih sebesar US$ 113,7 juta.

“Adanya kelebihan pasokan di pasar batubara thermal dunia telah menyebabkan penurunan harga batubara selama 2014. Di samping itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi di China turut menyebabkan pelemahan harga batubara thermal dunia.” ujar Direktur Utama ABM Investama Andi Djajanegara di jakarta(31/3).

Meski demikian, Andi optimis secara jangka panjang fundamental bisnis batubara di Indonesia masih cukup menjanjikan, seiring dengan dikeluarkannya kebijakan pemerintah yang mendorong pembangunan pembangkit listrik berbasis batubara di dalam negeri. Selain itu, pada tahun ini, pemerintah akan mulai program pembangunan proyek listrik 35 ribu MW, di mana sebagian besar akan menggunakan energi batubara.

PT ABM Investama Tbk (IDX: ABMM) adalah perusahaan energi terintegrasi untuk investasi strategis dengan fokus pada sumber daya (resources), jasa (services), dan infrastruktur (infrastructure). ABM menyediakan solusi yang berfokus pada tiga unit bisnis utama, yaitu penambangan batubara, jasa kontraktor pertambangan, dan tenaga listrik dengan dukungan engineering services dan logistik terintegrasi. (FAT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here