SHARE

JAKARTA, GEO ENERGI – Koordinator Indonesia Migas Watch (IMW) Rachman Moeklis menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tebang pilih dalam pengusutan kasus SKK Migas. Pada kasus ini lembaga antirasuah ini telah menetapkan politisi DPR Sutan Bhatoegana dan menghukum Rudi Rubiandini sewaktu menjabat sebagai Kepala SKK Migas.

Rachman mengatakan, pengungkapan kasus SKK Migas hanya berhenti kepada kedua orang tersebut. Padahal, dalam keterangan saksi dan pengakuan Rudi Rubiandini, dan terdakwa Simon Gunawan Tanjaya di  persidangan Pengadilan Tipikor Jakarta, terungkap beberapa anggota Komisi VII DPR periode 2009-2014 ikut menerima suap berupa uang THR untuk menaikkan pagu APBN Program SKK Migas.

“Selain suap itu diterima Sutan Bhatoegana, Arsyad Juliarandy Rahman (PLt Gubenur Riau) ikut menerima setoran dana perusahaan kontraktor Migas diantaranya Kernel Oil,” Rachman menduga.

Untuk itu Indonesia Migas Watch mendesak Jaksa Agung dan Polri untuk mengambil alih nama-nama para politikus Senayan yang namanya disebutkan dalam persidangan. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here