SHARE
Jakarta, GEO ENERGI – Indeks harga batubara yang selama 3 tahun terakhir terus anjlok ternyata tidak berpengaruh terhadap penjualan batubara yang dilakukan PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA.
Hal ini terbukti dengan harga jual rata-rata tertimbang PTBA yang mengalami kenaikan sebesar 15% dari tahun sebelumnya. Selanjutnya, prestasi ini telah menempatkan PTBA sebagai urutan teratas di antara tambang batubara nasional dalam hal Perolehan Laba Bersih (Net Profit Margin) sebesar 15,4 %, Laba Kotor (Grass Profit Margin) sebesar 30,8% dan Laba Operasi (Operating Profit Margin) sebesar 17,7%.
“Harga jual rata-rata tertimbang PTBA saat ini mengalami kenaikan sebesar 15% atau menjadi Rp 723.635 dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 629.737,” papar Milawarma, Direktur Utama PTBA seusai RUPS PTBA di Jakarta Selatan siang tadi,(30/3).
Volume penjualan PTBA tahun 2014 yang mencapai 17,96 juta ton itu merupakan kontribusi dari produksi dan pembelian batjbara dari pihak ketiga sebesar 18,17 juta ton. Masing-masing Produksi Unit Pertambangan Tanjung Enim sebesar 15,50 juta ton, Produksi anak perusahaan, PT International Prima Coal sebesar 0,85 juta ton dan pembelian batubra dari pihak ketiga oleh anak perusahaan PT Bukit Asam Prima sebesar 1,80 juta ton.
Milawarma juga mengatakan bahwa perusahaannya menargetkan penambahan target di tahun buku 2015 ini sebesar 33% dari tahun buku 2014.
“Kami menargetkan di tahun buku 2015 volume penjualan sebesar 24juta ton atau 33% lebih tinggi dibanding volume penjualan tahun sebelumnya. Demikian juga dengan volume produksi dan pembelian batubara dari pihak ketiga direncanakan sebesar 23,70 juta ton atau naik 30% dibanding volume tahun 2014 dengan rincian 15,88 juta ton dari unit pertambangan Tanjung Enim, 0,9 juta ton dari PT International Prima Coal dan Pembelian batubara oleh PT Bukit Asam Prima sebesar 2,34 juta ton,” paparnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here