SHARE
Foto: Gadih/Geo Energi
Jakarta, GEO ENERGI – Ketua DPP Partai Gerindra, FX Arief Poyuono menuding Presiden Jokowi telah membohongi rakyat Indonesia terkait dengan kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Ini dia bukti Jokowi dodolin (bohongi) masyarakat dengan harga BBM yang dinaikan menjadi Rp 7400 per liter dan Pertamia mengaku rugi US$ 35 juta di Januari 2015. Tentu saja ada ketidakberesan terkait harga BBM yang dinaikan dan kerugian Pertamina,” jelas Arief melalui siaran persnya yang diterima Geo Energi, Ahad (29/3).
Menurutnya, pada bulan Januari lalu harga minyak dunia dibawah US$ 50 per barrel dengan kurs rupiah Rp 12.500 per US $. Harga ini ditambah 10 persen dari harga minyak dunia sebagai cost refinery ditambah 5 persen biaya distribusi, fee agen, dan penyimpanan, dan pajak. Sehingga harga BBM premium yang harus dijual menjadi US$ 65 atau Rp 845.000 per barel atau Rp 5.748 per liter.
“Kenaikan harga BBM dan Pertamina yang ngaku rugi tidak cukup alasan Jokowi dodolin (bohongi) Masyarakat,” pungkasnya.
Arief yang juga Ketua Umum FSP BUMN Bersatu juga menilai enam paket kebijakan ekonomi Jokowi telah gagal. Hal ini tergambar dari semakin melemahnya rupiah terhadap dollar dan kenaikan harga bahan pokok bagi rakyat. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here