SHARE
Foto:beritabangka.wordpress

Jakarta, GEO ENERGI – Di sela Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT. Timah (Persero) Gubernur Bangka Belitung, Rustam Effendi yang turut hadir berkomentar  kebijakan pemerintah tentang ekspor timah.Ia mengakui selama ini pengawasan pemerintah tentang penyelundupan timah ekspor dari Bangka terkendala oleh peraturan tentang perdagangan antar pulau.

“Tadi saat RUPS diperlihatkan Thailand ternyata mengekspor timah batang, padahal Thailand tidak punya sama sekali produk biji timah. Ini mencurigakan,” ujar Rustam (26/3).

Rustam berpendapat kemungkinan Thailand bisa ekspor timah batangan lantaran ada penyelundupan pasir timah dari Indonesia.

“Maka dari itu kami mengharapkan DPR menghentikan peraruturan perihal perdagangan antar pulau. Karena peraturan tersebut membuka peluang untuk penyelundupan,” katanya.

Seperti yang diketahui sebelumnya sesuai peraturan pemerintah jatah ekspor sudah dibatasi 4.500 ton per bulan, 2.500 ton dari PT. Timah dan 2.000 ton lainnya dari pelaku usaha lainnya. Maka sudah seharusnya kuota tersebut tidak lagi berkurang akibat diselundupkan. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here