SHARE
ILUSTRASI (Foto: Hermana)

Jakarta, GEO ENERGI – ‎PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (Disjaya), mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 1,5 miliar setiap bulannya.

Manager PLN Disjaya Area Cempaka Putih Vick Nawan mengatakan, kerugian yang mencapai miliaran karena banyak rumah masyarakat yang menambah daya listrik tampa izin dari PLN.

” Tahun lalu susut jaringan sebanyak 7 persen. Tahun ini ditargetkan menurun5 persen. Jumlahnya sebanyak 1,5 juta Kwh perbulan atau jumlahnya sekitar Rp 1,5 miliar rupiah per bulannya,” katanya Vick Nawan saat melakukan penertipan listrik di kawasan Johar Baru, Jakarta (25/3/2015).

Selain menambah daya tampa izin, lanjut Vick, penyebab lainnya banyak pedagang kaki lima (PKL) yang menyambung aliran listrik dari rumah-rumah warga. Untuk itu, PLN akan menindak tegas warga yang melakukan hal itu.

” Nantinya, PLN akan memberi sanksi pemutusan sementara bagi rumah yang menyalurkan listrik ilegal kepada PKL. Jika tidak diantisipasi, angka kehilangan bisa bertambah lagi,” Jelasnya.

Sementara itu, Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN, Mambang mengatakan, jika tidak diawasi dengan ketat, pencurian itu akan terus dilakukan oleh masyarakat.

” Seperti, penguatan KWH, pencurian langsung dari tiang listrik dan penarikan langsung dari instalasi penerangan jalan umu,” terangnya.

Untuk itu, kata Mambang, pihak PLN dan pemerintah kota (Pemkot) Jakarta Pusat, akan rutin melakukan penertipan.(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here