SHARE
Foto: Albert/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah telah menolak proposal pengelolaan Blok Mahamakam yang diajukan Pertamina.

“Ah, kata siapa. Gak ada penolakan. Gak ada. Hanya minta diperluas simulasinya. Berpedoman, jika harga minyak dunia turun, seperti apa, dan kalau naik seperti apa. Kan pemerintah harus mendapatkan bagian sebanyak mungkin,” Plt Dirjen Migas Menteri ESDM, Wiramaja Puja kepada wartawan disela acara diskusi Menelisik dan Menelaah Permasalahan Gas Elpiji Gas 3 Kilogram di Jakarta, Senin (23/3).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Vice President (VP) Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro. Dia mengatakan, pihaknya hanya melengkapi proposal terkait dengan skema fluktuasinya harga minya dunia.

“Jadi intinya tidak ada penolakan proposal. Tak ada revisi atau koreksi dari proposal itu. Yang ada hanya permintaan kelengkapan dengan skenario perkembangan harga minyak dunia dan kondisi nilai rupiah,” kata Wianda.

Namun dia menolak menjelaskan secara detail perubahan proposal yang diajukannya itu. Wianda berujar, soal itu baru akan dijelaskan setelah adanya keputusan dari pemerintah.

“Mohon maaf kita belum bisa bicara ke situ. (rincian). Kita tak bs ngomong lebih detail soal itu sebelum ada keputusan final dari pemerintah soal pengelolaan Blok Mahakam,” jelasnya.

Wianda juga belum bisa memastikan mengenai target proposal itu akan disetujui oleh pemerintah. Namun, pihaknya meminta agar dimasa transisi dengan Total E&P produksi minyak di blok yang berada di perairan Kalimantan Timur itu tidak mengalami penurunan produksi.

“Soal target kita punya hitungan sendiri, serta masa transisi ini kita sudah sampaikan. Tapi soal hitungannya, kita menunggu keputusan dari pemerintah. Jadi siapapun yang nanti mengelola ini, harus tunduk dan patuh kepada keputusan pemerintah,” ujarnya. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here