SHARE
Foto: Rubiawan/Geo Energi
Foto: Rubiawan/Geo Energi
                                                                                                                                       Foto: Rubiawan/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika mengatakan, pemerintah harus mengevaluasi pendistribusian gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg). Ini diperlukan dalam menentukan harga eceran tertinggi (HET) agar tidak terjadi kesimpang siuran distribusi dan harga.

“Kebijakan dan mengelola elpiji harus dipikirkan kembali dan jika tidak sesuai dengan prinsip ke-ekonomian saat ini, maka sudah seharusnya dilakukan evaluasi,” kata Kardaya kepada wartawan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (23/3).

Dia menjelaskan, elpiji ukuran melon  sudah menjadi kebutuhan publik pasca konversi minyak tanah (Mitan) ke gas tahun 2007 lalu. Pemberian subsidi oleh pemerintah menjadi salah satu persoalan baru. Karena berdampak pada kelangkaan gas ukuran 3 Kg di sejumlah daerah.

Kardaya mengakui jika harga elpiji 3 kg dinaikan akan berdampak pada terjadinya eksodus besar-besaran dari pemakai gas 12 kg ke ukuran yang dibawahnya. Tentunya hal ini akan menggerus pemasukan bagi pemerintah. Tapi disisi lain Pertamina akan di untungkan.

“Ini kan seperti balance, dimana harga elpiji 3 Kg naik maka 12 Kg akan turun, dan itu juga persoalan. Sehingga dibutuhkan solusi yang win win solutin,” sebutnya. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here