SHARE
Istimewa
Istimewa
                                                                                                                                                                          Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI– Dalam siaran persnya (23/3) Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) menjelaskan, dari deretan BUMN pengelola kekayaan alam negara maka Perusahaan Gas Negara (PGN) merupakan salah satu pilar penting, pemasok pundi-pundi keuangan negara sekaligus pilar penting sumber energi alami Indonesia.

Penunjukan para pemangku kepentingan yang menjabat di PGN otomatis menjadi sangat penting mengingat besarnya pengaruh pengelolaan PGN terhadap keuangan negara dan ujungnya adalah kesejahteraan rakyat, mengingat gas (elpiji) menjadi salah satu sumber energi tidak terbarukan yang mengisi kebutuhan pokok rumah tangga di negeri ini.

Kinerja PGN yang dua tahun terakhir menunjukkan penurunan dengan hanya mencatatkan laba bersih US$722,75 juta setara dengan Rp9,3 triliun pada 2014, merosot 10,15% dari tahun sebelumnya US$804,45 juta. Dibawah kepemimpinan Dirut Hendi Prio Santoso, membuat publik harus membuka mata lebar-lebar terhadap para kandidat yang akan diplot untuk menduduki kursi dirut pada RUPS 6 April 2015 mendatang. Dirut lama akan diganti mengingat sudah 2 periode menjabat di PGN. Meski lolos dari pantauan publik, IMES mencatat bahwa sejumlah nama jebolan Pertamina yang beberapa waktu lalu dirombak total oleh Jokowi mengisi bursa kandidat Dirut PGN.

Sebut saja nama Hanung Budya (eks Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina) dan Hari Karyulianto (Eks Direktur Gas Pertamina), ditengarai menjadi calon kuat pengganti Hendi. Nama lain juga dari Pertamina yaitu Djohardi Angga Kusumah (saat ini SPV Gas & Power Pertamina) serta Hendra Jaya (Presdir Pertamina Gas / Pertagas) dan Jugi Prajogio (Dirut Pertagas Niaga).

Dalam catatan IMES sendiri para eks direksi Pertamina cenderung tidak berpeluang mengisi posisi Dirut PGN mengingat rekam jejaknya yang kerap dikaitkan dengan sejumlah kebobrokan di Pertamina selama ini. Hal tersebut pula yang disinyalir menjadi penyebab Jokowi melakukan perombakan. (HER/IMES)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here