SHARE
Istimewa
Istimewa
                                                                                                                                                            Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Minggu ini dilaporkan oleh the Energy Information Administration (20/3) bahwa produksi telah menurun di beberapa wilayah penghasil shale di Amerika Serikat, pembangunan yang membutuhkan waktu yang lama. Shale di Eagle Ford, Bakken dan Niobrara yang diprediksikan akan menghasilkan total 24.023 barel per hari mengalami penurunan produksi di April, perubahan signifikan pertama sejak jatuhnya harga minyak tahun lalu. Data lainnya mungkin sedikit kabur oleh kenyataan bahwa cekungan Permian diharapkan akan meningkatkan produksi menjadi 21.254 barel per hari.

Keseluruhannya, total produksi Amerika Serikat akan tetap flat. Akan masih ada banyak keraguan di beberapa bulan berikutnya, terutama dimulainya penurunan di Eagle Ford dan Bakken – dua daerah kritis yang memotori revolusi shale di Amerika Serikat – yang akan menjadi secercah cahaya di ujung lorong untuk minyak yang berlimpah ruah.
Harga minyak dunia mengarahkan ke pemotongan pengeluaran hampir di seluruh dunia, memaksa perusahaan multinasional memastikan lagi prioritasnya. Beberapa dari perusahaan minyak terbesar mulai berkemas dan meninggalkan negara yang sudah tidak lagi berimbang dengan resiko. Ini menunjukkan prospek penyebaran revolusi shale di negara-negara terpilih meredup.

Shale oil dan shale gas yang jumlahnya banyak di Eropa, Cina, Argentina, Amerika Serikat dan Kanada, dan beberapa daerah lainnya. Namun optimisme dalam pengembangan di luar Amerika Utara (dan mungkin juga Argentina) telah hilang. Chevron, Royal Dutch Shell, Exxon telah menghapus rencana untuk berinvestasi besar-besaran di pengembangan shale di luar aset mereka di merika Utara. Rencana utama untuk shale di Eropa, Cina dan Rusia telah dihentikan. Alasannya adalah karena rendahnya harga minyak, sehingga membuat shale sulit untuk bertahan.
Di Polandia test drilling menghasilkan hasil yang sangat buruk. Rusia pun menderita dikarenakan sanksi dari barat, membuat investasi yang beresiko. Pergerakan anti-frackng pun membuat kebijakan publik yang bertentangan di daerah Eropa lainnya. Lalu dikarenakan adanya penghematan dan pemotongan besar-besaran di sektor minyak kini revolusi shale global pun tertahan. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here