SHARE
Foto: AFP
Foto: AFP
                                                                                                                                                                                     Foto: AFP

Jakarta, GEO ENERGI – Inggris sedang bergerak cepat menghidupkan kembali sektor minyak dan gasnya yang tengah lesu, pajak yang tinggi di industri dalam upaya untuk membuat Inggris menjadi kompetitif.

Industri minyak dan gas Inggris menjadi perdebatan untuk beberapa saat, ketika pajaknya terlalu membebani, dimana mencapai lebih dari 80 persen.Industri wajib membayar 30 persen pajak korporasi, ditambah 30 persen pajak tambahan, dan berbagai macam pajak yang berhubungan dengan energi. Sistem pajak menghambat produksi dan mendorong perusahaan untuk melihat peluang bisnis di luar negeri.

Minyak dan gas North Sea sudah matang, menipis dan mahal. Memproduksi di kondisi keras di pesisir utara pantai dari kepulauan Inggris adalah tidak mudah. Produksi minyak dan gas di Inggris sudah menurun bertahun-tahun, tapi penurunan harga minyak terparah ditunjukkan dengan krisis suplai.

Perusahaan besar yang beroperasi di North Sea – Royal Dutch Shell, BP, Chevron- telah berkomitmen memotong pengeluaran kapital mereka. Perusahaan-perusahaan ini telah meneliti kembali biaya produksi terbesar di portofolio global, dan menyimpulkan bahwa North Sea harus berada pada chopping block.

Pemerintah Inggris berharap dapat mencegah keadaan terburuk dan meluncurkan usaha penyelamatan. Pada tanggal 19 Maret pajak tambahan akan dikurangi dari 30 persen menjadi 20 persen. Pajak minyak akan dikurangi menjadi 35 persen dari yang awalnya 50 persen. Pada akhirnya pemotongan pajak tersebut akan bernilai 1,3 milyar ponsterling sampai 2020 nanti untuk pemerintahan Inggris. CEO Perusahaan Minyak dan Gas Inggris mengatakan bahwa pemotongan pajak merupakan dasar upaya menghidupkan kembali North Sea.

Jika berjalan sesuai dengan rencana, produksi minyak dan gas di Inggris akan naik 15 persen dan menambah nilai investasi hingga 4 milyar ponsterling di akhir dekade. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here