SHARE
Instimewa
Instimewa
                                                                                                                                                                            Instimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Eropa mungkin telah menemukan cara yang dramastis untuk mengurangi keterbegantungan mereka kepada Rusia dalam mendapatkan bahan bakar minyak dari Azerbaijan melalui pipeline di Turki.

Turki telah melakukan membuka lahan untuk Trans Anatolian Natural Gas Project (TANAP) senilai US$10 milyar, yang pada akhirnya diharapkan untuk mensuplai Eropa dengan 31 juta meter kubik gas per tahun.

TANAP menjadi salah satu proyek penting di Turki, dilihat dari kegiatan groundbreaking, di Provinsi Kars bagian timur di Turki, dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tyyip Erdogan, Presiden Georgia Giorgi Margvelasvili dan Presiden Azerbaijani Ilham Ali.

“Kami berencana menjadikan Turki sebagai pusat distribusi energi diskala regional,” jelas Erdogan pada saat upacara ground breaking.

Sumber gas dari TANAP adalah lapangan Shah Deniz II milik Azerbaijan di Laut Kasia, salah satu deposit gas terbesar di dunia. Petinggi TANAP mengatakan bahwa kapasitas dari pipeline mulai dari 16 milyar meter kubik gas per tahunnya di 2018, lalu menjadi 23 milyar meter kubik per tahun pada 2023 dan akhirnya mencapai 31 milyar meter kubik per tahun pada 2026.

Pengiriman gas pertama akan sampai di Turki pada 2020, saat Trans Adriatic Pipeline (TAP) akan lengkap untuk mengirimi gas ke Eropa. Saat TANAP dan TAP sudah lengkap Turki akan menerima sekitar 6 persen BBM dan sisanya akan dikirim ke Eropa.

Sebagai pemilik taNAP Turki memiliki 30% saham, Azerbaijann 58% dan BP, sebagai pengembang lapangan di Kaspian memiliki 12%. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here