SHARE
Yas

Yas
                                                                                                                                                                                     Yas

Jakarta, GEO ENERGI – Berbagau isu lingkungan yang mendapatkan perhatian berbagai kalangan adalah perubahan iklim dan penangkapan ikan berlebih. Kedua isu tersebut semakin mengemuka setelah secara perlahan masyarakat sadar akan perubahan-perubahan yang terjadindi sekitar mereka.

Suhu yang menghangat, banjir yang semakin sering terjadi dan krisis pasokan air di sebagian wilayah adalah beberapa dampak nyata dari perubahan iklim. Sementara itu, maraknya illegal fishing dan penggunaan alat tangkap tidak berkelanjutan telah membuat ekosistem laut semakin tidak sehat dan mengurangi pasokan ikan secara signifikan.
“Perubahan iklim adalah isu yang kompleks, melibatkan luasan bentang alam dengan ekosistem yang begitu beragam serta melibatkan berbagai lapisan masyarakat dengan latar sosial berbeda,” ungkap Herlina Hartanto, Direktur Teresterial The Nature Conservancy (TNC) Program Indonesia dalam Konferensi Pers di kantor TNC, Jakarta, Kamis (19/3).
Herlina menambahkan, bahwa sumber emisi gas rumah kaca terbesar saat ini khususnya di Indonesia berasal dari sektor kehutanan yang telah banyak dikonversi menjadi non hutan (deforestasi) seperti yang marak terjadi beberapa waktu ini.
“Di Indonesia, sumber emisi gas rumah kaca terbesar adalah sektor kehutanan, terutama karena konversi lahan hutan menjadi non hutan seperti disulap menjadi lahan sawit dan turunnya kualitas hutan  dari segi cadangan karbon itu sendiri karena aktifitas penebangan pohon,” tandasnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here