SHARE
Yas

Yas
                                                                                                                                                                                     Yas

Jakarta, GEO ENERGI – TNC yang selalu mengedepankan pendekatan ilmiah dan pengembangan kompetensi masyarakat dan pemerintah dalam setiap kegiatannya telah memiliki beragam alternatif solusi yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Dalam tes lapangan di salah satu HPH di Kalimantan Timur baru-baru ini, percobaan penerapan metoda pembalakan ramah lingkungan (Reduced Impact Longging-Carbon) setelah diteliti ternyata dapat mengurangi emisi karbon hingga hampir 70%.
Sementara itu, pengembangan pendekatan pemberdayaan masyarakat desa yang disebut SIGAP-REDD+ atau aksi Inspiratif Warga untuk perubahan dalam REDD+ telah menunjukkan hasil yang positif di dua kampung model di Kalimantan Timur.
TNC sebagai salah satu organisasi terdepan dalam pelestarian alam berpendapat pembahasan kedua isu di atas juga isu-isu lingkungan lainnya harus selalu berlandaskan pendekatan ilmiah dan kemampuan untuk menerjemahkan serta mengimplementasikannya di tingkat masyarakat.
“Masalah lingkungan seperti perubahan iklim dan penangkapan ikan berlebih secara nyata telah menyentuh kehidupan sehari-hari sebagian besar penduduk dunia, termasuk Indonesia,” ungkap Rizal Algamar, Country Director TNC Program Indonesia di acara Konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/3).
Ia juga menambahkan, “Sekarang sudah bukan saatnya lagi kita menggerakkan aksi prihatin secara berlebiha  tanpa memberikan solusi berbasis ilmiah yang secara nyata mampu menyelamatkan kelestarian alam.” (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here