SHARE
Nurisman
Nurisman
Nurisman

Jakarta, GEO ENERGI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan program peralihan  bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) yang saat ini sedang direalisasikan bukan program bersifat konversi, usaha atau upaya penganekaragaman penggunaan jenis bahan bakar (Diversifikasi).

Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi (Migas) IGN Wiratmaja mengatakan, alasan utama pemerintah agar pilihan bahan bakar gas di masyarakat menjadi lebih banyak.
” Fokus kita diversifikasi bukan konversi. Jadi makin banyak yang ada maklum bagus,” ujar Wiratmaja saat memberikan keterangan pada wartawan di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (19/3/2015).
Jika rencana diversifikasi berjalan lancar, lanjut Wiratmaja, pemerintah berencana menerapkan kepada pengguna kendaraan pribadi dan umum.
” Nanti yang kendaraan pribadi menggunakan Liquefied Gas for Vehicles (LGV) dan kendaran umum Compressed Natural Gas (CNG). Kenapa begitu, karena CNG non subsidi. Sedangkan LGV disubsidi. Tapi kita tetap kembangkan. Daerah daerah yang tidak ada infrastruktur pipa, kita fokuskan ke LGV,” tutupnya. (REZ)‎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here