SHARE
Istimewa
Istimewa
                                                                                                                                                                       Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Kuwait dan IMF tengah mendiskusikan bagaimana negara yang kaya akan minyak akan mulai memaksakan pajak untuk perusahaan lokal dalam usaha memvariasikan sumber pendapatan negara. Ini dikarenakan negara Gulf emirate tidak menghasilkan banyak uang akibat turunnya harga minyak.

Kementerian Industri dan Perdagangan Kuwait, Abdulmoshen al_Madaj menemui pihak IMF di March Kuwait City dan menanyakan rekomendasi untuk pembaruan pajak. Pemerintah Kuwait telah mempertimbangkan perubahan pajak yang akan meningkatkan pendapatan negara dari sumber selain minyak. Belum ada detail dari perencanaan.

“IMF akan mempersiapkan laporan pendahuluan untuk memaksakan pajak kepada perusahaan di Kuwait,” Kata al-Mudaj setelah pertemuan tersebut (18/3).

Seperti halnya negara-negara kaya minyak lainnya, ekonomi Kuwait telah menderita akibat curamnya penurunan harga minyak sejak Juni 2014. Pendapatan pemerintah yang awalnya surplus besar turun 26 persen di kuartal ketiga di 2014 dan mungkin akan defisit di 2016 jika harga minyak tetap di bawah US$60 tahun ini.

Menurut laporan layanan berita Prancis Agence France-Presse, Kuwait telah menikmati surplus pendapatan dalam kurun waktu 15 tahun dikarenakan tingginya harga minyak yang dianggap sebagai lebih dari 90 persen pemasok pendapatan negara. Akan tetapi Kuwait telah berhasil menyeimbanginya dengan meningkatkan pengeluaran publik mulai kurang dari US$13 juta hingga lebih dari US$77 juta di periode yang sama. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here