SHARE
istimewa
istimewa
                                                                                                                                                                            istimewa

Jakarta, GEO ENERGI– Pemerintah menargetkan 141,7 megawatt (MW) pembangkit listrik berbasis bahan bakar bioenergi dapat beroperasi tahun ini.

Kapasitas pembangkit sebesar tersebut tersebar di Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Maluku yang dikembangkan oleh listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) maupun pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) dengan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pembangkit listrik bioenergi yang dikembangkan oleh Pemerintah berupa pembangkit listrik tenaga (PLT) biogas POME yang dikembangkan dua unit di Sumatera Utara dengan kapasitas masing – masing 1 MW. Kemudian di Kalimantan Barat dengan kapasitas 1 MW dan pembangkit listrik biomassa di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga berkapasitas 1 MW. Disamping PLT Biogas POME, pemerintah juga mendanai pengembangan PLT Sampah di Palembang dengan kapasitas 1 MW. Pembangkit lain yang dikembangkan pemerintah yaitu PLT sampah kota yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dengan kapasitas 7 MW.

Sementara untuk pembangkit yang dikembangkan oleh swasta diantaranya pembangkit listrik biomassa dan sampah kota di Bali yang dikembangkan oleh PT Charta Putra dengan kapasitas 0,4 MW untuk biomassa dan 1,7 MW sampah kota. Kemudian Excess Power dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III di Sumatera Utara yang berasal dari palm waste dengan kapasitas 7 MW.

Lalu PLT Biogas Pome yang dikembangkan oleh PT Pratama di Sumatera Utara denngan kapasitas 2 MW, selain itu PLT palm waste yang dikembangkan oleh PT Kencana Group di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan dengan kapasitas masing – masing 6 dan 10 MW. Ada lagi yang dikembangkan oleh Prima Gasifikasi Indonesia berbasis PLT palm waste di Tanjung Baru dengan kapasitas 2 MW, kemudian 2,5 MW di Pangkalan Kerinci dan 1 MW di Karimun Jawa.

Disamping itu, PLT Biogas POME yang dikembangkan PT Karya Mas Energi di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat dengan kapasitas masing – masing 2 MW, disamping itu di dua titik di Provinsi Riau dengan kapasitas masing – masing 1 MW.

Bukan hanya itu, terdapat 3,1 MW PLT Biogas POME yang dikembangkan oleh REA Kaltim Plantations. Kemudian PLT palm waste yang dikembangkan oleh Growth Steel Group (GSG) di Kalimantan Barat dengan kapasitas masing – masing 10 MW, lalu di Jambi dengan juga dengan kapasitas 10 MW serta dua unit di Sumatera Utara dengan kapasitas masing – masing 10 MW.

Pengembang lain, yaitu PT Gikoko Kogyo yang mengembangkan PLT Sampah Kota di TPA Sumur Batu Bekasi dengan kapasitas 3×1 MW lalu PT Sumber Organik yang mengembangkan PLT sampah kota di Surabaya dengan kapasitas 9 MW terakhir PT Cakrawala Agro pengembangan listrik hutan energi di Sulawesi Selatan dengan kapasitas 10 MW.(EBTKE/HER)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here