SHARE
Istimewa
cbc.ca
                                                                                                                                                                                            cbc.ca

Jakarta, GEO ENERGI – Kuasa hukum Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali tak hadir dalam persidangan lanjutan gugatan citizen lawsuit terhadap perpanjangan izin usaha pertambangan dan izin eksport consentrat PT Freeport Indonesia.

Atas ketidakhadiran pihak Jokowi, Majelis Hakim yang diketuai Jamalin Samosir menegaskan, pihaknya akan kembali memanggil dengan memberikan peringatan terakhir kepada pihak pemerintah jika pada sidang berikutnya kembali tak bisa hadir.

Di sisi lain, hakim menolak keinginan kuasa hukum penggugat agar majelis hakim memutus perkaranya secara verstek atau putusan yang dijatuhkan tanpa kehadiran pihak tergugat. “Kita akan tinggalkan dan memberikan peringatan kepada presiden karena tak hadir dalam sidang ini,” kata hakim pada persidangan yang di galar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (17/3).

Persidangan kali ini turut dihadiri oleh pihak penggugat yang menamakan dirinya Gerakan Pembela Trisakti dan Nawacita. Mereka terdiri dari FX Arief Poyuono ,Haris Rusly ,Iwan Sumule, dan Kisman Latumakulita. Mereka didampingi pengacaranya Habiburokhman.

Sementara PT Freeport Indonesia diwakili oleh kuasa hukumnya Rinto dari kantor pengacara Hakim Abdul Hakim Garuda Nusantara. Hadir juga dari perwakilan pihak Freeport yang diwakili oleh Media Relations Corporate Communications Departement, Ledy Simarmata, serta beberapa perwakilan karyawannya .

Usai sidang, pihak Freeport maupun kuasa hukumnya tak mau berkomentar apapun dan lebih memilih bungkam. “Kita ikuti saja persidangan ini. Kan tadi sudah kita lihat sendiri, jadi ikuti saja sampai selesai,” kata Lady sambil berbegas pergi meninggalkan ruang sidang. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here