SHARE

Batubara3Jakarta, GEO ENERGI – Fabby Tumiwa memaparkan bahwa penyediaan batubara dan gas di Indonesia untuk energi pembangkit tenaga listrik sudah riskan dikarenakan meningkatnya angka ekspor untuk barang tersebut.

“Selama ini 80% batubara dan 50% gas Indonesia diekspor ke luar negeri. Dan investasi tambang batubara terus dibuka. Bila kelak pemerintah akan mewujudkan pembangkit listrik sebanyak 35.000 kwh, maka akan sangat riskan menyediakan batubara maupun gas untuk energinya pembangkit listrik itu. Kalau swasta didorong untuk menjual batubaranya ke PLN, berapa harganya? Apakah harga yang diinginkan pemerintah bisa memberi keuntungan buat investor?” ucap Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IERS pada diskusi Energi Kita di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (15/3).

Selaras dengan Fabby Tumiwa, Ramson Siagian selaku Anggota Komisi VII Ramson Siagian juga mengkhawatirkan akan pasokan energi bila pembangkit listrik 35 ribu kwh yang dicanangkan pemerintah terwujud. “Pertanyaannya, nanti setelah pembangkit listrik diwujudkan, ada tidak batubara di dunia?” jelas Ramson. (NA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here