SHARE
skalanews
skalanews
                                                                                                                                                                           skalanews

Jakarta, GEO ENERGI – Pemerintah menjamin kepada masyarakat bahwa tidak ada kenaikan tarif dasar listrik untuk tahun ini. Pasalnya, sampai saat ini DPR belum menyetujui adanya kenaikan tarif listrik yang sudah dilakukan tiga kali sejak 2014.

Direktorat Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman mengatakan, kebijakan pemerintah yang belum menaikkan TDL didasari penurunan Indonesia Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah dunia.

“Tidak ada kenaikan bulan (listrik) bulan April. Siapa bilang akan naik. Itu pun bisa naik, bisa turun. Yang ada adalah penyusaian tarif, itu pun bisa naik, bisa turun,” kata Jarman kepada wartawan pada diskusi “Energi Kita” di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (15/3).

Menurutnya, pemerintah hanya akan memberikan subsidi kepada pelanggan yang masuk kategori masyarakat tidak mampu. Sementara bagi pelanggan golongan tertentu termasuk  pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 Watt  dan 2.200 Watt tidak diberikan subsidi.

“Berdasarkan peraturan perundangan disebutkan pemerintah memberikan subsidi hanya kepada masy tidak mampu, yakni golongan 450 Voltampere (Va) -900 Va, industri kecil, dan kegiatan sosial seperti rumah sakit. Di luar itu maka membayar sesuai nilai keekonomian atau  sesuai dengan perundangan,” jelas Jarman.

Dia menambahkan, sampai saat ini pemerintah masih melihat kondisi kenaikan tarif dasar listrik yang didasarkan pada Indonesia Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah dunia, kurs rupiah terhadap dolar AS dan inflasi di dalam negeri. “Sesuai dengan persetujuan itu, tahun ini memang ada adjustment atau bisa naik atau turun sesuai dengan ICP, kurs dan inflasi,” ungkap Jarman. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here