SHARE
Albert
Albert
                                                                                                                                                                                Albert

Jakarta, GEO ENERGI – Meningkatnya pertumbuhan produksi minyak serpih di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor merosotnya harga minyak dunia saat ini. Amerika mulai merubah perannya di dunia yang awalnya sebagai importir kini menjadi eksportir. Diperkirakan pada tahun 2030-an Amerika Serikat akan mandiri dalam pasokan minyak dalam negrinya.

Lalu sampai kapankah harga minyak bumi berhenti merosot?

Menurut pengamatan Spencer Dale, Chief Economist dari BP Group, dalam kesempatan media meeting BP Energy Outlook 2035 (10/3), besarnya pasokan minyak serpih tidak akan berlanjut sampai waktu yang lama. Akan ada saatnya perkembangan energi tersebut mencapai di tingkat yang tinggi lalu statis di tren yang datar tanpa adanya peningkatan yang signifikan lalu produksi minyak Timur Tengah pun akan kembali mendominasi. Pasokan minyak dunia akan meningkat beriringan dengan bertambahnya permintaan terhadap minyak secara global.

“Pasokan dan permintaan pun akan bertemu di suatu titik keseimbangan sehingga pada akhirnya permintaan global terhadap minyak pun akan terpenuhi. Di sanalah harga minyak bumi akan kembali normal,” jelas Spencer.
Lanjutnya, Spencer mengatakan, seperti halnya manusia di usia remaja, di masa pertumbuhannya mereka mengalami hal-hal sulit dalam masa transisi menjadi dewasa. Demikian pula dengan perkembangan energi global, mungkin akan menghabiskan beberapa tahun tapi diperkirakan tidak akan sampai 20 tahun ke depan. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here