SHARE
Nurisman
Nurisman
                                                                                                                                                                         Nurisman

Jakarta, GEO ENERGI – Dalam memenuhi kebutuhan PLN akan tambahan pasokan batubara, Kementrian ESDM mewajibkan para pengusaha batubara berlisensi perjanjian karya pertambangan pengusahaan batubara (PKP2B) untuk memasok PLTU dalam proyek pembangkit listrik 35000 MW.

“Memang benar saat ini masih ada ketidaksepahaman antara pengusaha berlisensi PKP2B dengan PLN mengenai kesepakatan harga batubara untuk pembangkit listrik,” ungkap R. Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementrian ESDM,” Kita kumpulkan nanti para pengusaha, PLN dan Dirjen Ketenagalistrikan untuk kesepakatan harganya. Tapi pengusaha pemilik PKP2B mulai dari generasi I sampai IV tetap diwajibkan untuk memasok untuk proyek 35000 MW,”lanjutnya (10/3).

Pembangunan jangka panjang menengah nasional 2015-2019 menargetkan konsumsi batubara dalam negeri harus 60% sedangkan untuk saat ini masih 20%. Butuh kerja keras untuk mencapai target tersebut. “Sesuai hasil rapat tahun 2015 target produksi batubara harus mencapai 425 juta ton. Akan tetapi di tahun-tahun berikutnya akan dikurangi sampai menjadi 400 juta ton pada tahun 2019,” tutup Sukhyar. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here