SHARE
Nurisman
                                                                                                                                                                                Nurisman

Jakrta, GEO ENERGI – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meminta pemerintah untuk mengendalikan ekspor batu bara yang balakangan ini terus dilakukan. Pasanya, tingginya kegiatan ekspor itu, akan berdampak pada cadangan energi menipis. Bahkan di 2036 Indonesia akan kehabisan batu bara.

Kepala Divisi Batubara PLN Helmi Najamuddin mengatakan, jika program kelistrikan nasional berkapasitas 35.000 Mega Watt (MW) menggunakan tenaga uap,maka batu bara lah nantinya akan digunakan.

” Otomatis pemenuhan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) juga terganggu,” ujar Helmi di Kantor Ditjen Minerba, Jakarta, Selasa (9/3/2015) kemarin.

Helmi menyebutkan, kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di 2015, akan mencapai 82 juta. Sedangkan 2019 akan mencapai 200 ton.

” Saya bilang kalau diekspor terus tidak dikendalikan 2036 itu akan impor batubara, dari Rusia, dari Australia, terus pemasok batubara ah gak lah pak, kami komit, nah gitu,” katanya. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here