SHARE
ILUSTRASI

Gardu-Listrik-2Jakarta, GEO ENERGI – Demi mengsukseskan program kelistrikan nasional 35.000 Mega Watt (MW), pemerintah mengajak Perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) untuk terlibat di dalamnya.

Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Bob Kamandanu mengatakan, dari program 35.000 mw, nantinya PKP2B akan diberikan kesempatan untuk mensuplai batubara pada 25.000 MW. Hal itu dikarenakan dari seluruh proyek, 25.000 MW merupakan pembangkit yang menggunakan tenaga uap (UAP).

” Pembahasan mengenaik peran PKP2B kedepan untuk industri kelistrikan nasional, terutama untuk membangun 35 ribu MW itu,” katanya di pada wartawan di Jakarta, Selasa (11/3/2015) kemarin.

Menurut Bob, PKP2B telah diminta oleh PT PLN (Persero) untuk segera mengirimkan data batubara dari produksi dan cadangan dari masing-masing perusahaan tambang yang terlibat.

” Tadi kami diminta kirim data ke PLN besaran cadangan dan kualitas apa yang kami punya. Nanti PLN yang desain itu untuk pembangkit di lokasi mana saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari pembangunan pembangkit listrik 25.000 mw yang menggunakan tenaga uap, sebagian besar akan dibangun di pulau Jawa, yakni sekitar 17.000 mw dan sisanya 5.000 MW akan dibangun di luar Jawa.

Terkait pembangunan pembangkit tenaga uap luar pulau Jawa, nantinya akan dibangun sesuai data yang diberikan oleh pemegang PKP2B.

“Misalkan bangun PLTU di Musi Sumatera, yang ada spek 3.000 kkal ya dipakai 3.000 kkal. Kalau ditempat lain ada yang memiliki kalori 7.000 kkal ya dipakai 7.000 kkal,” tutupnya. (REZ)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here