SHARE
ILUSTRASI
Nusantara.satu
                                                                                                                                                                 Nusantara.satu

Jakarta, GEO ENERGI – Setelah berhasil membangun infrastruktur gas sepanjang ribuan kilometer di berbagai wilayah Indonesia, Fahmi Radhi, Anggota Tim Reformasi Migas mengatakan bahwa kemampuan dan kontribusi PGN dalam membangun dan mengembangkan pemanfaatan gas bumi sudah seharusnya diperhitungkan dan didukung pemerintah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Fahmi menilai statement Kardaya Warnika, Ketua Komisi VII DPR RI mengenai kepemilikan saham publik PGN yang sebagian dimiliki oleh investor asing dan mengatakan bahwa PGN bukan lagi BUMN karena hal itu, adalah hal yang tidak tepat untum dibahas saat ini. Terlebih, langkah PGN untuk go public saat itu merupakan keputusan pemerintah, dimana saat itu Kardaya masih menjadi bagian dari pemerintah.
Selama tahun 2014 lalu, PGN terus mengembangkan infrastruktur jaringan gas bumi untuk mengalirkan gas bumi ke berbagai segmen pelanggannya, mulai dari rumah tangga, UKM, komersial, industri, pembangkit listrik dan transportasi.
“Kontribusi PGN terbukti memberikan banyak manfaat bagi perekonomian. Hal ini yang perlu terus diperkuat. Jangan sampai sumber energi gas bumi yang melimpah ini hanya menjadi komoditas ekspor, sementara di dalam negeri kita krisis energi,” jelas Fahmi.
Sebelumnya, Pengamat BUMN, Said Didu menilai, kepemilikan saham asing di BUMN tak perlu dipermasalahkan. Menurut Said, kepemilikan investor asing terhadap saham BUMN merupakan konsekuensi logis dari keputusan pemerintah yang melakukan Penawaran Umum Perdana Saham terhadap saham BUMN-BUMN tersebut.
“Kita lihat bagaimana kontribusi BUMN itu ke perekonomian, jangan hanya selalu mencari-cari masalah yang tidak perlu saja,” tegasnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here