SHARE
Albert
                                                                                                                                                                      Albert

Jakarta, GEO ENERGI – Dalam Jumpa Pers yang diadakan oleh BP Energy Outlook 2035, guna mensosialisasikan proyeksi energy dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, BP Group Chief Economist BP Energy, Spencer Dale mengatakan bahwa di dalamnya ia membahas 5 Topik utama yang dianggap sangat mempengaruhi pasar energi global.

Yang pertama adalah permintaan terhadap energi akan terus meningkat. Pertumbuhan tersebut akan digerakkan oleh pertumbuhan ekonomi yang semakin cepat pada beberapa negara berkembang seperti Tiongkok dan India, sedangkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa lainnya permintaan akan mengalami penurunan secara bertahap.
“Secara umum dalam gambaran besar diperkirakan bahwa permintaan Global akan energi akan terus meningkat dan pertumbuhan tersebut sedikit di bawah 40% dalam kurun waktu 20 tahun ke depan. Hal itu digerakkan oleh pesatnya perkembangan ekonomi di Tiongkok dan India. Sebaliknya, di Amerika dan Eropa akan mengalami penurunan bertahap,” papar Spencer dalam jumpa pers di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
Yang kedua seperti di paparkan Spencer adalah terjadinya perubahan mendasar dalam industri minyak shale yang berlangsung di Amerika Serikat. Pertumbuhan dari minyak dan gas shale di Amerika Serikat membuat suatu terobosan baru dalam sektor gas dan minyak bumi. Namun, Spencer menilai, di negara-negara belahan dunia lain yang memiliki sumber daya alam melimpah, minyak shale belum terlihat banyak digunakan.
Setelah itu, faktor ketiga dan ke empat adalah faktor yang berkaitan sangat erat. Yaitu bagaimana pola pertumbuhan dan pergerakan energi ataupun permintaan energi di seluruh dunia terkait dengan faktor ke empat yaitu penafsiran pergerakan harga minyak bumi yang begitu rendah.
Topik yang diangkat oleh BP Energy Outlook 2035 yang terakhir adalah mengenai pertumbuhan permintaan terhadap LNG dan dampaknya terhadap pasar minyak dan gas bumi. Mengingat Indonesia juga salah satu negara yang mempunyai industri LNG yang sedang berkembang. Dalam Outlook ini dikemukakan bahwa ada perkiraan akan terjadi peningkatan pesat dalam pasokan LNG dan akan secara bertahap menggantikan peran gas pipa.
“Kalau gas pipa itu hanya bisa masuk ke satu negara karena hanya bisa disalurkan di satu negara tertentu. Sedangkan LNG bisa kita kirim kemana saja seluruh dunia jadi lebih mudah. Selain itu juga LNG dapat merespon perkembangan harga secara lebih cepat, jadi terhitung efisien jika digunakan,” ungkapnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here