SHARE
Nurisman
Nurisman
                                                                                                                                                                              Nurisman

JAKARTA, GEO ENERGI – Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio menilai kebijakan pemerintah dalam pengelolaan migas masih carut marut. Sumber Daya Alam (SDA) dieksplotasi hasbis-habisan dan hanya menjadi barang dagangan semata, tanpa adanya kebijakan yang jelas dari pemerintah.

“Dalam lima tahun terakhir ini pemerintah tak memiliki rencana kebijakan secara jelas dan konkret soal energi, termasuk pembangunan infrastruktur migas,” kata Agus dalam diskusi di Jakarta, Minggu (8/3) kemarin.

Berdasarkan data yang dimilikinya, kebutuhan minyak mentah di Indonesia mencapai 1,5 juta sampai 1,6 juta barel perhari. Namun kenyataannya hanya sanggup merealisasikan produksi 800 ribu barel per hari.

Belum lagi kebutuhan gas yang kian meningkay seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia setiap tahun. Dia mengatakan, penurunan harga minyak dan gas hanya bersifat sementara.

“Migas jangan cuma jadi barang dagangan, operator harus melakukan sesuatu. Jangan dipengaruhi para pemain yang akan merusak masa depan Indonesia,” terang Agus.

Dikatakannya, Indonesia akan terancam semakin tergantung pada impor minyak dan gas dari negara lain apabila pemerintah tak mampu mendesain peta jalan (roadmap) ketahanan energi.

“Mungkin 10 tahun-15 tahun lagi kita bakal perang saudara, berkelahi karena setiap daerah membutuhkan migas. Ya kalau punya uang, kita bisa impor, jika tidak dari mana,” jelasnya. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here