SHARE
Foto: Nurisman
Foto: Nurisman
Foto: Nurisman

Jakarta, GEO ENERGI –Total E&P Indonesie salah satu operator Blok Mahakam yang telah menyelesaikan kegiatan survei seismik di Lapangan Tunu, Kalimantan Timur yang berlangsung sejak 2012-2014, putar video dokumenternya berjudul “Northwest Tunu 3D Seismic Survey” di World Trade Center, Jakarta, Kamis, (5/3)

Usai pemutaran video, Presiden dan General Manager TOTAL E&P Indonesia, Hardy Pramono menjelaskan bahwa Mahakam adalah lokasi yang paling beprestasi hingga saat ini. Blok Mahakam dapat memproduksi sekitar 350 ribu barrel dan 1700 kubik gas per hari. Blok Mahakam  sendiri sebagai lokasi paling potensial pernah mencapai rekor produksi 12 ribu barel dalam satu hari. Dengan produksi sebesar ini Total yakin bahwa Blok Mahakam akan terus tercatat dalam perjalanan panjang sejarah kesuksesan migas di Indonesia.

“Yang paling penting adalah masa depan Mahakam. Yang selalu ada dalam benak kami adalah bagaimana kita menjaga success story ini kedepan,” ujar Hardy.

Oleh karena itu lanjutnya, Total sebagai operator Blok Mahakam akan mendukung penuh apapun keputusan yang diberikan pemerintah, mengingat dalam beberapa minggu ke depan pemerintah akan mengumumkan keputusannya tentang perpanjangan PSC (production sharing contract) blok Mahakam dengan Total.
“Mahakam sejak dahulu hingga sekarang adalah milik negara. Bukan milik Total. Total hanyalah operator blok Mahakam. Apapun isi keputusan pemerintah dan dampak jangka panjangnya akan kami patuhi, dengan catatan bahwa Total sudah mengirimkan proposal ke pemerintah untuk mengimplementasikan periode transisi 5 tahun.” lanjut Hardy.

Periode transisi 5 tahun yang di proposalkan Total dimaksudkan antara lain agar transfer operatorship dari Total ke Pertamina dapat berjalan mulus, kemudian untuk mengamankan program-program investasi yang diperlukan untuk memelihara profil produksi untuk tahun-tahun kedepan, dan terakhir untuk menjamin komitmen pengiriman gas baik bagi pembeli lokal maupun internasional.

Dalam periode transisi ini, Total akan melakukan beberapa hal yang di anggap penting. Pertama akan melakukan transfer of knowledge dengan memberikan sebuah program komprehensif yang disebut operability management system (sistem manajemen pengoperasian) kepada Pertamina agar Pertamina dapat mengurus daerah Mahakam yang disebut Total sebagai blok yang kompleks. Kedua pelatihan dan pembinaan yang maksimal akan di lakukan agar Pertamina memiliki human resource yang memadai. Dan terakhir Total akan mentransfer penguasaan penggunaan teknologi mutakhir kepada Pertamina dalam setiap aktivitas operasionalnya di Mahakam kelak. Ini semua adalah kesempatan bagi Total untuk membangun kerja sama yang dekat dengan Pertamina, berdasarkan model yang pernah dilakukan sebelumnya dengan PTTEP dan perusahaan lainnya. (FAT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here