SHARE
Batubara2Palembang, GEO ENERGI – Potensi tambang batubara di Meulaboh, Aceh yang disinyalir masih menyimpan 700 juta ton batubara, ternyata masih belum banyak diminati oleh para investor tambang dikarenakan terlalu banyaknya tantangan berat yang harus dilewati para investor. Salah satu tantangan terbesarnya adalah masih banyaknya konflik yang berkecamuk di kota serambi mekkah tersebut.
Hal itu dipaparkan oleh Harry Asmar, President Director & CEO dari PT Reswara Minergi Hartama yang memiliki 106 juta resources tambang batubara berlokasi di 10 kilometer dari kota Meulaboh.
“Pada dasarnya kita sukses dalam membangun seluruh aspek baik di dalam grup maupun di anak perusahaan. Perusahaan kami juga salah satu yang memiliki investasi riil di Aceh dan didukung oleh pemerintah daerah di sana. Tapi banyaknya konflik yang masih terjadi di Aceh itu menjadi tantangan tersendiri buat kita,” ungkap Harry dalam Konferensi Sumatra Miner 2015 di Hotel Aryaduta, Palembang, Kamis (5/3).
Tantangan tersebut, menurut Harry tidak terlalu berdampak buruk pada kelangsungan perusahaannya di Aceh. Karena dikatakannya, gubernur Aceh sangat mendukung investor-investor yang ada di Aceh terlebih lagi pasca tsunami besar yang melanda Aceh 2004 lalu.
“Yang menghambat itu banyaknya dari orang-orang asli Aceh yang sebenarnya mereka mengerti bahwa ada industri itu dapat menggerakan laju ekonomi. Hanya mereka gak tau mau partisipasinya dimana. Oleh karena itu kadang mereka minta pekerjaan yang gak mereka kuasai, harusnya yang minta kerjaan itu kan yang berbadan hukum. Tapi ini kan LSM yang belum memiliki kompetensi di bidang itu. Kalau tidak diakomodir akan ada pressure buat kami,” papar Harry panjang lebar. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here