SHARE

Elpiji 3kg(2)JAKARTA, GEO ENERGI – Ketua FSP BUMN Bersatu, Arief Pouyono menilai operasi pasar yang dilakukan Pertamina untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) dinilai tidak efektif membawa masyarakat keluar dari kesulitan ekonomi.

“Meski sudah dilakukan operasi pasar, tingginya harga dan kelangkaan gas LPG tabung 3 kg, kenaikan harga BBM ditambah kenaikan Tarif Dasar Listrik masyarakat semakin terpuruk,” kata Arief lewat pesannya kepada Geo Energi, Jumat (6/3).

Menurutnya, pada masa kampanye, pengamat ekonomi, keuangan hingga majalan Times sempat membuat analisa bahwa kurs rupiah dan IHSG bakal menguat hingga di bawah level Rp10.000. Penurunan tersebut sebagai akibat Jokowi Effect dalam rangka pasar ekonomi mendukung Jokowi sebagai presiden. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan kejadian beberapa waktu ini.

“Saat Tim Ekonomi presiden Jokowi memerintah, satu demi satu mulai terbuka segala propaganda Jokowi effect tidak terbukti dengan makin jebloknya nilai Mata uang rupiah hingga menembus Rp13 ribu per US dollar,” ujar Arief.

Ahli ekonom dan akademisi memperkirakan pada awal April, nilai rupiah akan tembus di kisaran Rp13.500. Selain itu, masyarakat makin dibebani ongkos Ekonomi yang mahal seperti tingginya harga Beras yang tidak terkendali. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here