SHARE
Batu-Bara-Kalimantan-TimurPalembang, GEO ENERGI -Menanggapi statement bahwa tambang batubara di Kalimantan sudah habis dan dinyatakan finish eksplorasinya, Harry Asmar, President Director & CEO PT Reswara Minergi Hartama yang juga memiliki tambang batubara di Kalimantan Selatan membantah hal tersebut.
Harry mengatakan bahwa dari akumulasi tambang batubara yang mereka miliki di Kalimantan Selatan, baru sekitar 17% yang di gali. Sementara sisanya masih sangat berpotensi besar dan dapat digali sampai dengan 7-8 tahun ke depan.
“Kalimantan gak finish lah. Karena kita punya 106 juta resources yang kita tambang itu baru 17 juta, jadi masih sangat besar potensinya. Cuma kan memang tergantung keekonomiannya, reservenya bisa bertambah,” papar Harry kepada Geo Energi seusai menjadi pembicara dalam Konferensi Sumatra Miner 2015 di Palembang, Kamis (5/3).
Oleh karena itu, Harry menambahkan, dengan merosotnya harga batubara selama tiga tahun terakhir ini seharusnya Pemerintah juga mendukung bisnis ini. Karena bisnis batubara ini termasuk dalam bisnis yang memberikan masukan kepada negara sangat besar.
“Pemerintah harusnya mendukung bisnis batubara bukannya menambah beban investor. Gak apa-apa lah menambahi pajak di belakang tapi jangan menambahi beban di depan sehingga reservenya berkurang. Kalau misalnya itu dinaikkin saya pasti cari batubara yang gampang ditambang aja, kan? Yang jauh-jauh yang rendah kalori ya saya buang-buangin. Dengan begitu berarti pemerintah tidak mendukung iklim usaha yang menjaga keberlangsungan tambang jangka panjang,” jelas Harry. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here