SHARE

Batubara1Jakarta, GEO ENERGI – Menanggapi program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang ingin mengeksplorasi potensi cadangan batubara di wilayahnya yang disinyalir dapat memenuhi kebutuhan sampai dengan 400 tahun mendatang, Togu Pardede Deputi Bidang Geologi, Pertambangan dan Geothermal di Direktorat Energi dan Sumber Daya Mineral Bappenas mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti hal tersebut Indonesia masih memiliki kekurangan yang berarti.

Togu menilai, bahwa Indonesia masih belum memiliki kebijakan yang mengatur tentang pengeksplorasian batubara boleh dilakukan dalam kurun waktu berapa lama. Hal ini mengakibatkan cadangan energi, dalam hal ini batubara, secara nasional tidak terkendali.
“Itu tadi yang dibahas. Indonesia masih belum punya kebijakan menguras batubara maksimal berapa tahun, berapa persen pertahun. Kita sekarang ini eksplor gak ada batasnya. Gak ada itung-itungan yang jelas,” ungkap Togu dalam acara Exhibition and Conference Sumatra Miner 2015 di Palembang, Rabu (4/3).
Togu mengatakan bahwa semestinya sudah mulai ada aturan baku dan juga target ekplorasi yang jelas.
“Dalam kurun waktu 10 tahun ke belakang eksplorasi yang dilakukan terlalu besar-besaran tidak terkendali. Harusnya sudah mulai ada aturan baku untuk mengatur hal itu tadi. Kalau begini terus bisa dibilang ini pengurasan yang tidak bijaksana,” tegasnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here