SHARE
Foto: Hermana
Foto: Hermana
                                                                                                                                                                  Foto: Hermana

Jakarta, GEO ENERGI – Dalam rangka mendorong terlaksananya program pemerintah Jokowi-Jk untuk membangun mega proyek pembangkit listrik sebesar 35 ribu Megawatt (MW) selama 5 tahun mendatang, Direktur Jendral Ketenaga Listrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman, mengaku pemerintah telah menetapkan Permen ESDM Nomor 1 tahun 2015 yang mengatur kerjasama antara pemegang wilayah usaha, pemamfaatan bersama jaringan tenaga listrik dan  pembelian kelebihan tenaga listrik dari pemegang Izin Operasi (IO).

” Kita berharap dengan diterbitkannya peraturan ini, antar pemegang wilayah usaha dapat bekerja sama secara langsung untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di wilayah usahanya,” katanya saat bertemu dengan awak media di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Kamis (5/3/2015).

Jarman mengungkapkan, melalui peraturan ini usaha transmisi dapat menjadi kesempatan untuk pemamfaatan jaringan transmisi sedangkan usaha distribusi dapat membuka kesempatan pemanfaatan bersama jaringan distribusi, dimana pemegang IO dapat melakukan interkoneksi jaringan tenaga listrik dengan Pemegang Izin Usaha Penyediaan Listrik (IUPL) yang memiliki wilayah usaha.

Selain itu, untuk mendukung kerja sama penyediaan tenaga listrik dan pemamfaatan jaringan tenaga listrik, Jarman mengaku pemerintah telah menetapkan aturan sistem tenaga listrik.

“ Aturan jaringan sistem tenaga listrik Jawa-Madura-Bali, aturan jaringan sistem tenaga listrik Sumatra, dan aturan jaringan sistem tenaga listrik Sulawesi,” pungkasnya. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here