SHARE
ILUSTRASI

Kuota-BBMJakarta, GEO ENERGI – Meskipun pemerintah dinilai telah melanggar kesepakatan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait tidak diturunkannya harga solar, namun rupanya parlemen tak berdaya menghadapi pemerintah.

Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika mengatakan, tidak diturunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ke Rp600 per liter pada Maret ini, pemerintah telah melanggar kesepakatan dengan DPR. Hal itu mengacu pada rapat kerja (Raker) pada 5 Februari lalu.

Itu keputusan sekarang pemerintah gak nurunin. Pemerintah tidak menepati kesepakatan itu. Yah kalo gak turun yaudah ngomong gak turun kek gitu. Tertulisnya kan dia (pemerimtah-red) akan menurunkan,” ujar Karsaya kepada wartawan usai menghadiri seminar migas di ruang GBHN, gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/3).

Akan tetapi, sambung Kardaya, DPR belum bisa memberikan sanksi kepada pemerintah terkait dilanggarnya kesepakatan itu. “Ya nanti kita lihatlah yah,” ucapnya.

Dia menambahkan, dewan akan terus mengawasi penerapan harga BBM susuai dengan apa yang sudah disepakati. Untuk itu, ungkap Kardaya, setelah masa reses usai, DPR akan memanggil Kementerian ESDM untuk menjelaskan tidak diturunkannya harga solar.

Kardaya juga mempertanyakan dikeluarkannya Peraturan Menteri (Permen) ESDM No.4/2015 tentang harga minyak, sehingga Harga Jual Eceran BBM secara umum perlu dinaikkan. “Saya tidak mengerti pernyataan Permen ESDM itu (katanya) berdasarkan kesepakatan dengan DPR. Kesepakatan yang mana?” tanya Kardaya.

Untuk diketahui, mulai 1 Maret kemarin, pemerintah telah menyesuaikan harga BBM sesuai perkembangan mutakhir harga minyak dunia dan perekonomian nasional.

Penyesuaian harga BBM tersebut dituangkan berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39 tahun 2014 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, yang telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2015.

“Demi kestabilan perekonomian nasional, pemerintah memutuskan bahwa harga BBM Minyak Solar subsidi serta minyak tanah, per 1 Maret 2015 pukul 00.00 WIB, dinyatakan tetap,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/2).

Sedangkan untuk Bensin Premium RON 88 di wilayah penugasan Luar Jawa-Madura-Bali yang sebelumnya Rp. 6.600/liter naik menjadi Rp.6.800/liter. (RBW)

foto: madina.go.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here