SHARE

DanauJakrta, GEO ENERGI– Berbasis kesadaran terhadap pentingnya keterpaduan pengelolaan danau di Indonesia, telah dicapai Kesepakatan 9 Menteri untuk Pengelolaan Danau Berkelanjutan dan Penentuan Danau Prioritas Nasional Tahap I pada saat Konferensi Nasional Danau Indonesia I tahun 2009 di Denpasar, Bali. Kesepakatan ini menjadi momentum untuk merevitalisasi pengelolaan danau di Indonesia, dengan prinsip pengelolaan yaitu keseimbangan ekosistem dan daya dukung lingkungan hidup, serta salah satu kunci keberhasilan yaitu sinkronisasi dan sinergi gerakan para pemangku kepentingan.

Selanjutnya pada Konferensi Nasional Danau Indonesia II tahun 2011 di Semarang, Jawa Tengah, diluncurkan Gerakan Penyelamatan Danau (GERMADAN) berupa dokumen rencana aksi penyelamatan ekosistem Danau Rawapening, sebagai model rencana aksi penyelamatan danau untuk kemudian direplikasikan terhadap danau-danau prioritas lainnya. Upaya penyelamatan danau di Indonesia dikuatkan oleh terbentuknya Panitia Kerja (Panja) Danau Komisi VII DPR RI Periode 2012 – 2014, serta tersusunnya Grand Design Penyelamatan Danau Indonesia tahun 2011. Hingga saat ini telah tersusun Germadan (Rencana Aksi Penyelamatan) 15 danau prioritas nasional.

Memasuki periode pembangunan 5 tahun 2015 – 2019, telah ditetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019 yang dengan tegas menyebutkan bahwa salah satu dari sembilan Agenda Pembangunan Nasional adalah Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dengan Menggerakan Sektor-Sektor Strategis Ekonomi Domestik; dan dua dari tujuh Sub Agenda Prioritas tersebut adalah Ketahanan Air dan Pelestarian Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana.

Di tingkat global, pengelolaan danau telah menjadi komitmen berbagai negara dalam upaya menyelamatkan keberlanjutan fungsi ekosistem danau yang kondisinya dinilai semakin memprihatinkan. Terkait dengan hal tersebut, World Lake Conference (WLC) merupakan salah satu forum internasional guna berbagi serta bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan danau. WLC diinisiasi oleh International Lake Environment Committe Foundation (ILEC) yang berkedudukan di Jepang. WLC Pertama dilaksanakan di Shiga, Jepang pada tahun 1984. Hingga saat ini WLC telah dilaksanakan 15 kali di beberapa negara antara lain Jepang, China, Argentina, Hungaria, Denmark, Kenya, India, Amerika Serikat dan Italia, dengan periode sekitar 2 tahun sekali.

Pada pelaksanaan WLC 15 di Perugia tahun 2014, Indonesia terlibat baik dalam scientific discussion maupun policy dialogue. WLC 15 menghasilkan rekomendasi yang dituangkan dalam Deklarasi Perugia. Dalam acara WLC 15, Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan pengalaman Indonesia dalam pengelolaan danau dan inisiasi pembentukan Indonesia Lake Center sebagai center of excellence data dan informasi, studi, upaya, maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan ekosistem danau. Selain itu, MENLH juga menyampaikan beberapa inisiasi terkait pengelolaan danau di tingkat global serta mengundang semua pihak terkait pengelolaan danau dari seluruh negara, baik pemerintah maupun masyarakat, perguruan tinggi, LSM dan berbagai kelompok lainnya, untuk berpartisipasi dalam Wolrd Lake Conference ke 16 (WLC 16) yang akan dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2016, direncanakan dilaksanakan di Bali.

Menjelang pelaksanaan WLC 16, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) mempersiapkan pertemuan tersebut, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan danau di Indonesia khususnya  melalui pembahasan solusi penyelamatan ekosistem danau serta menjadi momentum peningkatan komitmen berbagai pihak dalam upaya penyelamatan ekosistem danau di Indonesia, dan di tingkat global umumnya  melalui transfer pengetahuan dan pengalaman antar peserta konferensi.

Kutipan Deklarasi Perugia
1. Pengelolaan danau berkelanjutan merupakan bagian dari peran seluruh stakeholders, baik pemerintah maupun masyarakat;
2. Sosialisasi dan pendidikan merupakan bagian penting dari pengelolaan danau berkelanjutan, khususnya untuk mengangkat pentingnya keseimbangan antara pelestarian ekosistem danau dan pembangunan kehidupan manusia;
3. Pengelolaan danau merupakan bagian penting dari pengelolaan sistem perairan guna mencapai keberlanjutan jasa ekosistem, sebagaimana pesan Rio+20 dan Goal 6.6 mengenai perlindungan dan pemulihan ekosistem perairan;
4. Danau merupakan barometer penting perubahan iklim; dan
5. Pola pengelolaan danau ILBM (Integrated Lake Basin Management), diangkat sebagai salah satu pola pengelolaan sistem perairan yang komprehensif.

Inisiasi Kerjasama Pengelolaan Danau di Tingkat Global
1. Perlunya peningkatan perhatian dunia terhadap keanekaragaman hayati di ekosistem danau;
2. Perlunya mempertahankan spesies endemik dengan mengupayakan pencegahan introduksi spesies asing invasif di perairan danau;
3. Perlunya kerjasama internasional dalam pengembangan dan transfer teknologi untuk konservasi dan rehabilitasi ekosistem danau;
4. Perlunya perhatian terhadap beberapa ekosistem danau yang unik dan khas sebagai warisan dunia; dan
5. Perlunya peningkatan perhatian terhadap danau terkait dengan perubahan iklim. (NA)

foto: mongabay.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here