SHARE

elpiji tomohonJakarta, GEO ENERGI – Pemerintah melalui Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi (Migas) dan PT Pertamina (Persero), mengaku telah membentuk tim untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas elpiji dan bahan bakar minyak.

Dikutip dari situs Kementerian ESDM tanggal 4/3/2015, Pelaksana Tugas Direktur Jendral (Dirjen) Migas, I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, nantinya masyarakat dapat menghubungi nomor telepon 021-50000, jika masih menemukan kelangkaan.

“ Begitu ada kelangkaan, baik itu tentang LPG atau BBM, tolong langsung telepon ke tim gerak cepat kita. Nanti akan ada yang segera turun ke lapangan,” kata Wiratmaja di Jakarta.

IGN Wiratmaja juga mengatakan, hingga kini tim yang dibentuk masih Ditjen Migas dan Pertamina, namun tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah akan terlibat juga.

“ Untuk saat ini, tim tersebut terdiri dari Ditjen Migas dan PT Pertamina. Namun ke depan, pemerintah daerah juga akan dilibatkan sehingga jangkauan penanganan kelangkaannya dapat lebih cepat dan luas, jelasnya.

Terkait kelangkaan gas elpiji 3 Killogram yang kini terjadi, terutama di kawasan Jawa Barat, IGN Wiratmaja memastikan adanya penimbunan, dengan adanya tim ini, ia memastikan hal serupa tak akan terjadi lagi.

“ Agar masyarakat tidak terjebak membeli LPG tabung 3 kg dengan harga tinggi, maka masyarakat membelinya di SPBU dengan harga resmi Rp 16.000 per tabung,” tutupanya. (REZ)

foto : harian-komentar.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here